Tanaman Herbal Pencegah COVID-19

6 Tanaman Herbal Pencegah COVID-19

Sebarkan info ini:

Daftar Isi

Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Mar 19, 2021
Update terakhir: Mar 19, 2021

Pandemi COVID-19 masih melanda hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Perlu kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah penyebaran virus corona. Ini termasuk memakai masker, menjaga jarak fisik dengan orang lain setidaknya 2 meter, dan mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mengonsumsi makanan sehat dan bergizi dapat melindungi tubuh Anda dari infeksi virus penyebab COVID-19. Beberapa tanaman herbal juga dapat mencegah dan mengobati gejala COVID-19.  Berikut ini tanaman herbal pencegah COVID-19 yang bisa Anda coba di rumah. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Pentingnya Makan Sehat untuk Menangkal COVID-19

Dilansir dalam laman resmi Universitas Gadjah Mada, Dr. Toto Sudargo., SKM., M.Kes., Ahli Gizi UGM, mengatakan bahwa makanan sehat sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Nilai gizi yang tinggi dari makanan yang Anda konsumsi dapat melindungi tubuh dari virus dan alergi. 

Kepala Departemen Gizi Kesehatan UGM menambahkan, makanan yang kita konsumsi sangat memengaruhi stamina seseorang. Ketika daya tahan tubuh Anda tidak dalam kondisi yang baik, maka daya tahan tubuh Anda akan menurun sehingga lebih mudah terserang penyakit.

Setiap makanan yang Anda konsumsi akan menyediakan nutrisi bagi tubuh, terutama kebutuhan protein dan vitamin yang dapat melindungi tubuh untuk melawan penyakit. Anda juga perlu mengonsumsi ikan, karena ikan adalah sumber protein. Kandungan protein yang melimpah akan meningkatkan jumlah kalsium.

Tubuh membutuhkan setidaknya 2.150 kalori dalam sehari. Jika Anda makan tiga kali sehari, Anda membutuhkan setidaknya 700 kalori untuk setiap kali makan. Itulah sebabnya sangat penting untuk makan tepat waktu meskipun makanan bukan satu-satunya cara untuk menangkal virus. Cara lainnya adalah dengan berolahraga, menjaga kebersihan diri, dan cukup minum cairan. 

Benarkah Tanaman Herbal Dapat Mencegah COVID-19?

Banyak orang yang percaya bahwa ada tanaman herbal pencegah COVID-19. Hal ini terbukti oleh Departemen Kimia Kedokteran FKUI, Klaster Bioinformatics Core Facilities IMERI-FKUI, Klaster Drug Development Research Center IMERI-FKUI, dan Fakultas Farmasi UI, yang bekerjasama dengan IPB dalam penelitian untuk mencari antivirus COVID-19.

Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan skrining aktivitas protein dan senyawa herbal terkait cara kerja virus SARS-CoV-2, beberapa senyawa yang berpotensi mencegah dan menghambat infeksi virus penyebab COVID-19 tersebut. 

Senyawa ini termasuk hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin. Anda dapat kandungan senyawa tersebut di dalam jambu biji, kulit jeruk, dan daun kelor. Penelitian ini masih tahap awal, sehingga masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan potensi tanaman herbal dalam mencegah infeksi virus corona. 

Tanaman Herbal Pencegah COVID-19

Sejak awal pandemi COVID-19, orang telah beralih ke pilihan nutrisi yang lebih sehat untuk melawan virus dan meningkatkan kekebalan tubuh. Saat ini kesehatan telah menjadi prioritas utama dan banyak orang yang mencoba menemukan pengobatan alami untuk melawan virus yang mematikan.

Ada beberapa jenis tanaman herbal yang dipercaya mampu mengurangi gejala dan mencegah COVID-19. Anda dapat dengan mudah menemukannya dengan harganya terjangkau. Tanaman ini juga mudah diolah menjadi makanan atau minuman sehat. 

Berikut ini beberapa tanaman herbal pencegah COVID-19 yang bisa Anda coba di rumah agar Anda terhindar dari infeksi virus. 

1. Jambu Biji

Jambu biji berpotensi mengatasi COVID-19. Prof Irmanida Batubara, Guru Besar IPB, menjelaskan bahwa jambu biji memiliki senyawa dari golongan flavonoid yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai anti COVID-19.

Prof Irmanida juga menjelaskan bahwa senyawa tersebut diduga mampu menghambat replikasi atau penggandaan virus serta menghambat pengikatan protein virus ke reseptor manusia. Tidak hanya pada jambu biji, senyawa tersebut juga terdapat pada madu.

2. Daun Kelor

Daun kelor adalah tanaman yang terkenal akan banyaknya manfaat kesehatan selama ribuan tahun. Tanaman ini kaya akan antioksidan dan senyawa tanaman bioaktif. Ini termasuk quercetin dan asam klorogenat. Bubuk daun kelor dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam darah.

Selain itu, daun kelor juga kaya akan banyak nutrisi penting, termasuk protein, vitamin B6, vitamin C, riboflavin dan zat besi. Tanaman herbal ini juga berperan dalam penurunan kadar gula darah, tetapi dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Daun kelor juga dapat menurunkan kadar kolesterol, sehingga berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung.

3. Cengkeh

Cengkeh bekerja langsung pada COVID-19 karena berbagai efeknya, yang meliputi antimikroba, antijamur, anti virus, antiradang, sitotoksik, analgesik, aktivitas anestesi, dan masih banyak lagi. 

Oleh karena itu, cengkeh dianggap sebagai salah satu tanaman herbal pencegah COVID-19 dan melindungi dari kematian mendadak pada beberapa pasien yang terinfeksi COVID-19. 

Minyak esensial Cengkeh hanya boleh digunakan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik dan tidak boleh lebih dari 60 menit setiap penggunaan. 

4. Kunyit

Kunyit mengandung salah satu senyawa alami yang dipercaya memiliki efek antivirus. Dilaporkan bahwa kunyit membangun antivirus terhadap virus berspektrum luas, termasuk HIV, HSV-2, virus HPV, virus Influenza, Zika Virus, virus Hepatitis, dan Adenovirus.

Suplemen nutrisi kunyit dengan vitamin C dan zinc telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan kekebalan alami terhadap infeksi COVID-19. 

Kunyit dapat digunakan sebagai salah satu tanaman herbal untuk mendukung terapi dalam pengobatan penyakit COVID-1, serta menghindari efek mematikan dari virus SARS-CoV-2.

5. Jahe

Tanaman herbal jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengeluarkan racun dari saluran pernapasan. Jahe mengandung banyak vitamin dan mineral, termasuk kalium, magnesium, beta-karoten, dan zinc. Tanaman herbal ini juga memiliki antioksidan untuk membantu mendukung sistem kekebalan Anda.

Ada ekstrak jahe tertentu yang membantu membunuh sel kanker paru-paru, karena memiliki sifat pelindung sel yang dilaporkan dapat menurunkan risiko kanker tertentu.

Menurut beberapa penelitian, jahe memiliki senyawa aktif yang membantu meningkatkan insulin dan metabolisme.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala COVID-19 atau pernah berhubungan dengan seseorang yang didiagnosis COVID-19, segera hubungi dokter atau klinik untuk mendapatkan pemeriksaan medis. 

Jika Anda memiliki tanda dan gejala COVID-19 darurat, segera dapatkan perawatan. Tanda dan gejala darurat meliputi:

  • Kebingungan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Bibir atau wajah membiru.
  • Ketidakmampuan untuk tetap terjaga.
  • Nyeri atau tekanan dada yang terus-menerus.

Beri tahu dokter jika Anda adalah orang dewasa yang lebih tua atau memiliki kondisi medis kronis, seperti penyakit jantung atau paru-paru, karena Anda mungkin memiliki risiko lebih besar terjangkit sakit parah akibat COVID-19. 

Hubungi penyedia layanan kesehatan untuk tes COVID-19 jika Anda atau keluarga memiliki gejalanya.

Referensi:
Atli Arnarson (2018). Healthline. 6 Science-Based Health Benefits of Moringa oleifera.
FKUI (2020). Universitas Indonesia. Upaya UI dalam Penanggulangan dan Penanganan COVID-19.
IPB from resource Prof Bambang Brodjonegoro (2020). Menristek / Ka BRIN: Guava and Honey Boost Immunity to Fight COVID-19.
Natasa Adelayanti (2020). UGM (Universitas Gajah Mada). UGM Nutritionist: Healthy Eating May Prevent Covid-19.

Sebarkan info ini:

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar